8th Semester mb4048

Wow jujur saya kira persembahan untuk MB 4048 alias kelas Creativity + Innovation adalah tulisan tentang Teh Walini di bawah. Tapi tidak! Mari kita menulis inti – summary – abstrak – atau apa sajalah bahasanya, tentang kelas CI selama 1 semester ini. Yeah!

Saya kira pelajaran ini seperti kuis teka teki. Tapi ada kalimat yang lebih bagus untuk mendeskripsikannya…

BRAIN TRAINING!

Kelas ini tidak hanya mendidik, tapi juga menghibur. Kalau banyak mahasiswa atau pelajar yang bilang kita masuk kelas untuk menguras otak dan tenaga, bikin pusing, dan sebagainya. Tapi saya membuat pengecualian untuk kelas Creativity + Innovation di SBM ITB. Disini otak kita dilatih dan hasilnya bukan lelah atau pusing, melainkan fun, refreshed and entertained.

Secara keseluruhan, yang saya pelajari di mata kuliah ini adalah bagaimana berpikir dan menyalurkan pikiran kita yang kreatif dan membangun inovasi. Tapi mari kita bahas satu demi satu!

1. Creative Thinking! Think deep, imaginative, artistic, expressive and INNOVATIVE!

Mencurahkan segala potensi kreatif yang kita punya di dalam otak. Setiap individu pasti memiliki potensi ini, namun tidak semua orang mau mengasah dan mengeksplorasinya. Keluarkan semuanya! Imajinasi, khayalan, mimpi, goal hidup, keluarkan!

Hasilkan sesuatu dari imajinasi dan mimpi tersebut. Tidak ada benar atau salah. Logis atau tidak. Semuanya mungkin : D

Dalam kuliah ini, selalu di highlight tentang berani berpikir. Kata berani tidak hanya berarti dalam tindakan – berani mati misalnya. Bukan, bukan seperti itu. Berani berpikir. Pasti dianggap sepele, karena kalian menganggap berpikir itu hal yang mudah. Hei hei kata siapa mudah? Kalau mudah, kita mungkin sudah bisa membuat perusahaan Apple seperti Steve Jobs.

Nah, jadi Pak Apiq + Kak Bayu meng-encourage kita untuk mengembangkan imajinasi kita. Dulu saja, kak Bayu pernah menyuruh kita mengimajinasikan alas kaki. Nah loh. Semua pasti mikirnya sendal atau sepatu. Heeeeeeei, keset juga bisa jadi alas kaki. Lantai juga alas kaki. Ya bukan? Pernah juga beberapa kali video Docomo ditayangkan. Kita mungkin menganggapnya “mengkhayal saja”. Tapi itu tindakan pesimis yang membatasi kerja otak kita. Segalanya itu mungkin. Docomo akan segera membuktikan kemungkinan itu – yang tentu saja menguntungkan seluruh dunia.

2. Writing facilitates the flow of ideas

Menulis adalah sesuatu yang FUN. Itu adalah jaminan dari kelas CI ini. Dijamin, mantan mahasiswa nya adalah penulis-penulis handal yang menghasilkan mahakarya kata-kata dalam blognya.

Hasil tulisan itu tidak sebatas setoran nilai kuliah. Tulisan (atau ketikan) kita adalah informasi yang bisa menjadi pengetahuan bagi orang lain. Melalui menulis, kita dilatih tidak hanya menyalurkan ide-ide di kepala menjadi sesuatu yang terbaca. Tapi juga kita dilatih untuk berbagi – sharing ideas, brainstorming and acknowledge others.

3. Creativity + Innovation and Its’ Relation to Business

Mungkin ada juga yang bertanya-tanya apa hubungannya pelajaran ini dan gunanya apa dengan kita si anak-anak bisnis dan manajemen? Hello people, ini memiliki hubungan sejelas itu loh! Mari kita ulas lagi ya.

Design Thinking –> Teh Botol Sosro + Aqua

Business Model –> Teh Walini siap go international

Innovative –> Thousands of innovative-based company; e.g. Google, Apple, Facebook

Lihat contoh-contoh di atas. Ada kan kaitannya? Jelassss bukan? Nah jadi selama 1 semester ini kita berpikir kreatif, mengembangkan sisi inovatif, semuanya ada kaitannya dengan kebisnisan dan kemanajemenan kita. Seru sekali loh kalau dipikir lebih lanjut. Jika mau detail-detail dari poin-poin di atas, baca post saya terdahulu! Oke?

4. Learn to have a SERIOUS FUN

Benar deh. Kita dituntut untuk serius dalam segala hal. Intinya, jangan main-main. Tapi disini kita juga dituntut untuk have fun. Jadi semua pekerjaan dan tindakan yang kita lakukan itu atas dasar joy and pleasure. Seperti sekarang ini, saya menulis UAS tapi senang-senang aja tuh. Menulis udah jadi hal yang fun. Hahaha!

In the end…

Saya belajar banyak hal dari kuliah ini. Ada yang kesannya ecek-ecek seperti “apa arti nama kamu”. Ada juga yang kesannya berat seperti “create a business model”. Tapi sungguhan, semuanya adalah wujud usaha dari pengembangan kreativitas dan menjadi orang yang inovatif. Seriously!

Di akhir kata, saya mau mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Tidak hanya karena ilmu dan fun yang diberikan. Tapi juga karena sudah dikenalkan dengan Pak Agus Nggermanto alias Pak Apiq (semoga sukses terus pelatihan matematika nya pak! Ditunggu buku-buku keluarannya!), Kak Bayuningrat (orang desain nyasar ke SBM tapi beneran deh kak perpaduan itu mahakarya banget. Super cool kak bayu!), juga 2 dosen tamu Kak Adi Panuntun (megamind of video mapping) dan Pak Budi Rahardjo (ngocol abis gayanya. Hidup IT, Business and Rock n Roll!).

Thank you!


Teh Walini goes international!

Ini mungkin menjadi posting terakhir saya untuk kuliah Creativity + Innovation. Tapi bukan berarti saya akan berhenti menulis kreatif dan inovatif. Janji pramuka dan janji siswa! WordPress ini akan terus berkarya!

Oke. Post ini untuk UAS CI – business model dari produk lokal Indonesia yang dibentuk sekreatif dan seinovatif mungkin agar siap maju ke arena international. Woohoo!! Siapa produk atau brand yang beruntung? (drumroll…)

Yeah! TEH WALINI is the chosen one!!!! Congratulations!

Why Tea? 

Berdasarkan berbagai riset dunia, termasuk oleh Unilever, teh merupakan minuman ringan favorit di dunia setelah air mineral. Sejak diperkenalkan ribuan tahun yang lalu  oleh Dinasti Sheh Nong di China, minuman teh kini sangat populer menjadi hidangan saat berkumpul. Ditambah dengan khasiat-khasiat yang terkandung untuk kesehatan tubuh apabila diminum secara rutin, seperti meningkatkan fungsi pembuluh darah, memerangi kepenatan, mengurangi kadar kolesterol dan meningkatkan kebugaran tubuh, teh menjadi pilihan jutaan warga dunia.

Lihat. Peta di atas menunjukan negara-negara yang meminum teh. Indonesia, Marocco, Egypt, Syria, Pakistan, Iraq, Iran, Afganistan, Dubai, USA, Canada, Poland, Germany, Russian, UK, China, Jepang, Taiwan, India, Srilangka, dan Bangladesh (source: depdag.go.id). Mungkin semakin bertambah, hal ini membuktikan market teh sangat besar di dunia!

and Why Teh Walini?

Teh Walini merupakan produk asli Indonesia yang diproduksi PT Perkebunan Nusantara VIII Bandung. Teh Walini merupakan produk istimewa karena diambil dari pucuk teh berkualitas dan secara khusus diolah tanpa campuran apapun sehingga menghasilkan beragam khasiat untuk kesehatan. Aroma dan cita rasa Teh Walini memberikan kesegaran dan kepuasan tersendiri pagi para peminumnya.

Teh Walini memiliki keunggulan dibanding teh sejenis, seperti terbuat dari bahan baku super berkualitas ekspor yang merupakan perpaduan dari kreativitas olahan para pakar teh di Indonesia. Terdapat pilihan produk seperti teh celup dan teh seduh:

  • Teh Celup Hitam Walini
  • Teh Celup Lemon Walini
  • Teh Celup Jahe Walini
  • Teh Celup Organik Walini
  • Teh Celup Hijau Jepang
  • Teh Seduh Hitam Walini
  • Teh Seduh Hijau Walini

dan beberapa jenis lain. Teh Walini didistribusikan oleh PT. Atri Distribusindo dan Puskopkar PTPN VIII.

Innovation and New Business Model untuk memasuki pasar internasional

Bentuk inovasi yang harus dilakukan Teh Walini adalah adaptasi terhadap market. Tiap area atau negara memiliki karakteristik sendiri. Teh Walini harus membuka lebar-lebar pandangannya agar tidak sempit berkaca pada market Indonesia saja, karena jelas masyarakat kita dan masyarakat luar memiliki budaya dan gaya hidup masing-masing. Berikut merupakan contoh hal-hal yang bisa diterapkan Teh Walini dalam masuk ke kancah international market:

  • English Tea Time 

Black tea adalah jenis teh yang paling populer di Inggris. Dalam hal ini, teh walini tidak perlu rakus dan memenetrasikan seluruh produk teh nya. The authentic black tea walini sudah cukup mewakili Teh Walini secara keseluruhan. Inovasi yang bisa diciptakan adalah produksi baru yang mengadaptasi English-style tea seperti Earl-Grey tea yang memiliki aroma citrus, English Breakfast tea yang suka dicampur dengan susu putih, dan Herb tea yang memiliki varian rasa seperti peppermint, lavender, jasmine, dan banyak lainnya.

  • Chinese Tea Culture

Lain lagi dengan masyarakat Cina yang lebih mengutamakan khasiat. Untuk itu, produksi dan distribusi herbal tea ke negeri Cina akan lebih menguntungkan. Ada kebiasaan unik yang dimiliki masyarakat Cina terhadap teh: mereka biasa memakan fresh tea leaves as vegetables!!! Ya benar! Daun teh!

Kebiasaan ini bisa menjadi opportunity untuk Teh Walini untuk unjuk gigi kualitas pucuk daun teh nya agar secara segar dipasarkan ke Chinese market. Daun teh Indonesia memiliki kualitas yang amat bagus, sehingga teknik pengolahan baru diperlukan untuk mengemas daun teh ini agar siap didistribusikan internasional.

  • Teh Walini Concept Store

Apa yang dimaksud dengan concept store? Dibangunnya Tea Shop atau Tea House menjadi satu poin yang amat atraktif untuk membawa ke-khas an dari Teh Walini sebagai perwakilan teh Indonesia. Dimulai dengan dibangunnya di Indonesia, Teh Walini Tea House harus diseragamkan secara global, baik konsep toko, pilihan warna, ambience dari toko, penyusunan rak dan meja, seragam waiter, dan sebagainya. Penyeragaman ini ditujukan sebagai wujud konsistensi dan pembentukan identitas Teh Walini. Apalagi ketika Teh Walini masuk ke pasar internasional, Teh Walini Tea House harus merepresentasikan Indonesia dengan memancarkan karakteristik dari negara kita ini.

New Breakthrough! Corporation: Teh Walini Corp

Problema yang menurut saya krusial untuk Teh Walini dalam memasarkan produknya sebetulnya adalah pengelolaan Teh Walini di bawah PTPN yang merupakan BUMN, menghambat Teh Walini dalam berkembang di dunia retail. Berbeda dengan perusahaan seperti Coca Cola, PTPN sebagai BUMN tidak terlalu mengerti seluk beluk bisnis eceran. Model birokrasi yang ada dalam BUMN menghambat perkembangan komersil dari Teh Walini.

Teh Walini lebih baik berdiri sendiri menjadi suatu perusahaan yang memang menekuni area komersil atau retail. Tidak masalah apabila dikelola oleh swasta, tetapi tetap membawa nama Indonesia. Bentuk “perusahaan dagang” akan lebih menekuni bisnis dengan pemikiran strategik dan manajemen yang lebih baik.

Consumer Segment

Peminum Teh Walini pada dasarnya tidak terbatas pada karakteristik demografis. Secara gender, baik laki-laki dan perempuan bisa mengkonsumsinya. Secara umur, mungkin ini akan menjadi variasi di tiap region atau negara. Indonesia misalnya, peminum teh memang lebih banyak dewasa dan manula. Walau untuk teh dalam kemasan para remaja cukup banyak yang menggemari. Di Inggris dan beberapa wilayah di Eropa, tidak ada pembatasan secara umur. Tea time menjadi acara yang ditunggu-tunggu tua muda, kakeknenek sampai remaja. Di China, orang tua merupakan target utama peminum teh. Jadi segmen consumer ini disesuaikan berdasarkan target area nya. Secara income, teh, termasuk Teh Walini, bukanlah produk premium. Sebagai komoditas yang telah diproses, Teh Walini dapat dikonsumsi berbagai lapis masyarakat.

Relationship among Tea Drinkers

Ini adalah wujud consumer relationship – antar peminum teh around the world dan antara konsumen dengan Teh Walini Corp. Dibentuknya website Teh Walini yang dapat diakses seluruh penjuru dunia akan menawarkan fungsi world forum yang menjadi ajang give, tell and share mengenai experience mereka setelah mengkonsumsi Teh Walini. Disini juga bisa menjadi sarana masuknya feedback atau informasi baru mengenai tea trend, atau jenis teh yang bisa diinovasikan. Masyarakat dari satu negara bisa mendapat pengetahuan baru mengenai jenis teh yang tidak pernah mereka coba, dan bisa membuka opportunity untuk penetrasi teh jenis tersebut ke negara itu.

We are the tea drinkers — bisa menjadi identitas para peminum Teh Walini. Identitas ini bisa menjadi kebanggaan masing-masing karena mereka mengenal dan peminum aktif dari Teh Walini.

Channels

Secara produk, Teh Walini akan dijual dalam box (isi teh celup) atau kemasan botol atau pack (untuk daun teh) melalui retail partner yang dijalin. Wholesale market, department store, supermarket atau minimarket menjadi channel distribusi Teh Walini ke pasar internasional. Distributor pusat adalah pihak yang menjalin kerjasama dengan Teh Walini, jadi area distribusi secara spesifik akan tergantung wilayah jangkauan distributor pusat di tiap negara tersebut.

Di kota-kota besar, Teh Walini Tea House akan menjadi pilihan yang tidak hanya menjadi tempat hangout minum teh, tetapi juga sebagai tea gallery yang menjual produk-produk Teh Walini. Terlebih lagi, Teh Walini Tea House menawarkan jasa edukasi penyeduhan teh yang baik dan benar.

Value Proposition

When it comes to purity, quality of a leave of tea offers glorious sensation — Teh Walini

Dari pernyataan di atas, Teh Walini menekankan kualitas tinggi dari pucuk daun teh yang segar, menyejukan dan terjamin kebersihannya. Sensasi yang dirasakan dari Teh Walini merupakan sebuah experience bagi para peminumnya. This is the authentic tea!

Key Activities

Teh Walini melakukan penanaman dan pengolahan di Indonesia, tepatnya di Jawa Barat dengan berhektar-hektar luasnya perkebunan teh yang Teh Walini Corp miliki. Untuk memastikan ke-otentik-an dan kesegaran dari seluruh produknya, Teh Walini akan didistribusikan ke luar negeri dalam bentuk telah di package. Quality means everything. Teh Walini harus menjamin kesesuaian mutu yang mereka sebarkan ke berbagai penjuru dunia.

Key Resources

Para pakar teh Indonesia merupakan kunci dari tingginya mutu kualitas Teh Walini. Mereka berperan sebagai tim Research and Development dari Teh Walini. Inovasi baru apa yang akan terus mereka keluarkan dan kenalkan ke pasar lokal maupun internasional.

Para petani teh dan segenap pekerja lain juga sangat berjasa dalam menanam, memetik dan mengolah pucuk daun teh agar tumbuh Teh Walini yang kualitasnya tinggi seperti yang kita kenal.

Key Partners

Pemerintah  merupakan awal dari majunya Teh Walini ke kancah internasional. Dengan dukungan pemerintah, Teh Walini bisa berkembang dan terus berinovasi. Partner internasional yaitu para distributor di berbagai negara adalah kunci sukses penetrasi Teh Walini ke market international.

Cost Structure


  • Production Cost. Seiring dengan semakin luasnya area yang harus dipenuhi, cost produksi akan semakin tinggi. Semakin luasnya lahan yang digarap, semakin banyaknya petani dan pekerja yang digaji.
  • Shipping Cost. Biaya distribusi dari Indonesia ke key partner di negara lain.
  • Penetration Cost. Ini merupakan biaya untuk membangun Teh Walini Tea House dan expense memarketkan produk Teh Walini ke negara-negara.

Revenue Stream: A Cycle of Continuous Improvement

Pendapatan yang diterima perusahaan berasal dari sales lokal dan internasional. Untuk internasional, distributor di tiap negara akan menyetor pemasukan dengan term kontrak yang sebelumnya disepakati. Tidak hanya sebagai profit belaka. Pendapatan akan terus diinvestasikan untuk kesejahteraan para petani dan pekerja, Research and Development untuk terus berinovasi dan social responsibility kepada masyarakat.

Conclusion

Teh Walini adalah salah satu dari produk-produk asli Indonesia yang memiliki nilai mutu tinggi. Dengan jenis produk yang telah dikenal masyarakat dunia (teh), Teh Walini akan dengan mudah masuk ke market internasional dengan sedikit penyesuaian dalam hal ini adaptasi kultural untuk menawarkan jenis teh yang sesuai dengan karakteristik tiap negara.

Manajemen dan bisnis dari Teh Walini lebih tertata dengan terbentuknya perusahaan dagang Teh Walini tersendiri. Disini akan lebih terstruktur, dimulai dari Research and Development, Operation dan Marketing ke segala penjuru dunia.

Teh Walini akan menawarkan special tea experience dengan dibangunnya Teh Walini Tea House dan terjalin worldwide sharing and communication dengan adanya tea forum.

Teh Walini akan terus belajar dan terus berinovasi. Because they serve world society, with purity, quality and experience.


bertugas di internet

Hello, saya kembali lagi!

Kali ini pembicaraannya lebih santai, mengenai bertugas di internet. Bukan berarti bertugas seperti hansip, no, no, no. Bertugas ini maksudnya menulis tugas, homework, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan akademik kuliah saya dan menghubungkannya dengan media Internet. Intinya, menulis di Internet! Seperti yang saya lakukan sekarang :)

Dulu, bagi saya menulis itu bukan aktivitas yang preferable. Saya lebih memilih membaca bertumpuk-tumpuk buku dibanding menulis. Padahal, saya belum pernah mencoba untuk benar-benar menulis. Ckckckck, memang, berat di mulut saja. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan semakin tinggi pendidikan, menulis itu bukan kegiatan free time. Menulis merupakan demand akademik!

Well, I’m not saying that sekarang ini saya menulis buat pelajaran Creativity + Innovation dengan terpaksa, tidak tidak, bukan seperti itu. Tapi, awal mula blog ini terbangun karena ada demand dari Pak Agus Nggermanto untuk berkarya kreatif di wordpress, begitu juga dengan tugas-tugas mata kuliah lain yang menuntut tulisan (walaupun bukan di blog, sih). Mata kuliah Creativity + Innovation memiliki cara kerja tugas yang paling unik, menurut saya. Tiap mahasiswa, secara individu dan dalam bentuk kelompok, harus berkarya dalam blog. Ini merupakan blog individu saya, yang saya sebut blog: the mind bin. Disebut mind bin karena blog ini menjadi luapan pikiran dan ide saya, saya tumpahkan ke bin ini.

 

Kesan pertama dalam menulis adalah..

what should i write?

what if i write it wrong?

what if people will not like it?

Yaaaa, benar sekali. Kegundahan diatas memang sempat terlintas di kepala saya sebelum memulai menulis. Tetapi, setelah judul tertulis dan kata pertama dimulai, SUBHANALLAH! LANCAR SEKALI INI JARIJARI! Luar biasa, saudara-saudara sekalian. Menulis menjadi hal yang meluap-luap dan membuat saya bersemangat mengetik lebih banyak lagi. Cool! (antara memuji keajaiban ini dan memuji diri sendiri).

Kegundahan saya tentang what if i write it wrong tidak lagi saya pikirkan. Bahasa jawanya sih, “wong ini tulisanku, sek karepku dewe mau gimana, kamu mau apa?!” hahahaa. Bukannya jadi sewot, tetapi tidak ada kata salah dalam menulis seperti ini di blog. Salah atau benar hanya ada di pelajaran eksakta, salah atau benar hanya ada di nilai, norma dan moral, itu pun juga masih bisa bergeser. Tapi kalau berkarya di blog, there is no wrong about it.

Kegundahan saya tentang what if people will not like it juga tidak muncul lagi. People have their own perspectives, don’t blame them for any dislikes. Hei, tetapi tunggu dulu. Komentar yang ada di blog saya bagus-bagus kok! Hahaha, thank you yaa para komentator. Kalian meng-encourage saya untuk berkarya dalam kata-kata lebih jauh lagi! Big thanks!

Mengetik sebuah tulisan di Internet saya akui sangat menyenangkan. Pengakuan ini saya tulis tanpa dusta, tanpa paksaan. Pertama, secara teknis, kita mengetik, bukan menulis dengan pulpen, memudahkan saya untuk mengalir begitu saja tanpa lelah. Kedua, menghadap laptop dan free thinking menstimulasi saya untuk super free writing!

Kuliah Creativity + Innovation lebih dari sekedar menaruh kata-kata di wordpress.com. Saya tidak setuju kalau dikatakan bahwa tugas-tugas blog mata kuliah ini basabasi belaka. Hey! Saya sedang tidak berbasa-basi, boss! Saya dan teman-teman yang lain mengekspresikan diri, sambil bertambah ilmu. Ilmu dari mana? Selagi kita menulis, banyak informasi yang kita dapat, baik itu muncul sendirinya dari alam bawah sadar, dari searching google, dari blog orang lain, dan masih banyak sumber. Terlebih kalau topiknya berkaitan dengan business + management. Ada manfaat dibalik manfaat!

Jadi, apa yang sebenarnya menjadi hasil positif dari bertugas di Internet?

  • Open the mind, free up the fingers. Berhadapan dengan si Internet membuat pikiran lebih terbuka. Karena banyak yang bisa kita “selami”, kita jadi terstimulasi untuk menghasilkan mahakarya. Jarijari ini akan terpacu untuk berkreasi di atas keyboard. Really, i don’t do hyperbole!
  • It connects knowledge and information. Secara Internet membuat dunia menjadi transparan, hasil karya yang kita buat bisa dinikmati dan menjadi pengetahuan bagi orang lain. Vice versa! Kita juga mendapat banyak ilmu dari hasil karya orang lain kan? Simbiosis mutualisme terjalin
  • Fun method of homework. Siapa yang lebih memilih mengerjakan rumus di buku tulis dibanding berkarya kreatif di blog? Orang aneh, hahahaaha. Tetapi saya dan segenap kru mahasiswa Creativity + Innovation PASTI mengakui homework blogging ini cara yang amatttttttt menyenangkan, walaupun judulnya PR.
Thank you CI, thank you pak agusngger, thank you kak bayu. Thank you mengenalkan saya ke dunia ini!

The Corp Business Model

Hello creative people!

Topik kali ini adalah Business Model yang saya dan 2 orang teman saya rencanakan. Ini merupakan hasil produksi dari creative ideas dan inovasi pemikiran kami bertiga. Seperti apakah itu? Simak penjelasan di bawah ini.

Pertama-tama, dari 3 pilihan business model yang boleh dikembangkan, kami memilih:

SOCIAL NETWORK

Berbicara social  network pasti yang terlintas di benak adalah Facebook, Friendster, dan teman-temannya. Tapi kami akan lebih spesifik target marketnya yaitu:

THE CORP – THE SOCIAL NETWORK FOR CORRUPTORS

Hello? Corruptors? Terlihat sangat negatif kah? Tenang, tenang. Disini kami hanya mengungkapkan masterpiece business model idea, jadi mari kita lihat business model ini dari sudut pandang yang berbeda: sisi kreatif nya.

Alamat situs: http://www.corp.com

Social network ini sengaja memiliki nama situs yang tidak ter-notice. “Corp” lebih dimaknakan sebagai corporation atau perusahaan. Padahal makna sesungguhnya dari “corp” ini adalah corruption ataupun corruptor.

Jadi target market dari social network ini adalah para koruptor Indonesia. Mengapa dirasakan perlu membuat social network untuk mereka? Jadi pada dasarnya koruptor telah membentuk jaringan sendiri. Mereka berhubungan satu sama lain dan berbagi informasi. Social network ini bermaksud untuk menjadi media sarana penghubung agar lebih transparan lagi, sehingga informasi yang diperlukan mudah didapat.

Apa saja yang ditawarkan?

  • Contact Person Info. Contact person menjadi hal yang vital bagi para koruptor. Mengapa? Mereka tidak bisa menembus benteng pertahanan perlindungan dana tanpa mengetahui key person yang harus dihubungi dan didekati. Jadi akan ada list informasi contact person seperti orang bank untuk penyimpanan dana, orang hotel atau restoran untuk mengatur tempat pertemuan, orang properti untuk menyalurkan investasi hasil korupsi, dealer mobil-mobil mewah, dan lain sebagainya.
  • Forum diskusi. Disini akan melibatkan corruption sharing experience, tips and trick, case study (seperti halnya terbongkarnya korupsi Melinda Dee baru-baru ini harus menjadi pelajaran bagi koruptor lainnya), dan bahan diskusi berbasis memakan uang orang lainnya.
  • News Flash. Ini merupakan informasi mengenai segala berita terbaru baik itu keuangan, ekonomi, politik, security, warning dan berita lain. Dari news flash ini para member koruptor bisa mendapatkan info market outlook mengenai opportunity yang sedang terbuka lebar, mendapat warning atas sesuatu yang bisa membahayakan keamanan dan terbongkarnya kekorupsian mereka, dan juga berita tentang kawan-kawan koruptor yang tertangkap agar menjadi waspada.
  • Corruption Network. Ini adalah inti dari social network corp.com. Membuka networking baru sangat penting karena dengan bertemunya orang-orang baru, wawasan akan bertambah dan juga bisa saling bahu-membahu membentuk hasiltangkapan yang bisa lebih besar lagi.
  • Alibi Service. Merupakan servis mahadewa yang ditawarkan untuk membantu para member nya membuat suatu ‘alibi’. Misalnya, alibi waktu dan tempat untuk menyamarkan kegiatan mereka. Atau alibi nama passport dan KTP. Dan segenap pelayanan alibi lainnya.

Bagaimana prosedurnya?

–> SIGN UP

Registrasi mendaftar untuk tergabung dalam social network ini tidak sembarangan. Kalau social network biasa hanya memerlukan email, data nama, umur, dan lain-lain. Tetapi corp.com menuntut lebih dari itu. Dibutuhkan semacam Curriculum Vitae yang lebih berbentuk corruption track record. Bagi mereka yang telah berhasil meraup Rp 1.000.000.000,- (1 Milyar) korupsi selama hidupnya, dipersilakan untuk join dengan social network ini. Biaya registrasi pendaftaran adalah Rp 50.000.000,- (50 juta), melalui transfer ataupun cek.

–> SUBSCRIBE FOR MORE

Informasi adalah data yang dibutuhkan para koruptor. Untuk mendapatkan informasi lebih mengenai contact person, corrupt trend opportunity, tips and trick, member akan diharuskan untuk “memupuk” investasi. Misalnya, untuk mendapatkan informasi kelas lele atau dasar, hanya dibutuhkan Rp 10.000.000,-. Informasi yang lebih besar ruang lingkupnya akan dikenakan biaya tambahan lagi. Dan informasi kelas kakap maha dewa akan lebih menuntut para member untuk “meng-invest” informasi dengan dana lebih tambah lagi.

Begitulah cara social network ini mendapatkan profit. Karena telah mengidentifikasi “need” yang diperlukan para membernya, social network ini mengeksploitasi pemenuhan “need” tersebut dengan cara subscribing.

Sekian dan terima kasih! Ide brilian ini semoga diambil garis positif nya saja yaaaa!


a dream is a wish your heart makes

A dream is a wish your heart makes

When you’re fast asleep

In dreams, you lose your heartaches

Whatever you wish for, you keep

Have faith in your dreams and someday

Your rainbow will come smiling thru

No matter how your heart is grieving

If you keep on believeng

The dream that you wish will come true

- Cinderella, Disney

Hello lagi!

Itu adalah lirik pembuka dari posting blog kali ini. Mengapa? Karena sekarang saya mau membahas tentang IMPIAN. Impian, mimpi, imajinasi, bayangan, perkiraan, atau hal-hal yang sifatnya spekulatif atau belum pasti, memiliki kekuatan tersendiri dalam pembentukan masa depan nanti. Bagaimana bisaaaa? That’s the power of dreams!!

Siapa bilang mimpi itu mustahil? Siapa bilang mimpi itu tidak rasional? Siapa bilang mimpi itu hanya angan-angan belaka?

Kalian pessimistic, saudara-saudara sekalian. Mimpi itu harus dibawa terbang jauh. Mimpi itu bentuk kreativitas kita yang (kadang) dibawah sadar. Mimpi bisa membuat dunia terpukau, apabila terealisasikan.

Saya salut dengan seluruh inventor di muka bumi ini, tanpa terkecuali. Siapa kira seorang Alexander Graham Bell bisa menjadi legendaris karena penemuan telepon nya? Dia berhasil “menyambungkan” dan “menghubungkan” si A dengan si B melalui mimpinya dulu. Mimpi Bell tidak hanya sekedar penemuan yang terealisasikan, tapi menjadi penemuan spektakuler!! Kini, semuanya semakin berkembang. Tidak hanya suara saja yang dihubungkan, tapi bisa bentuk lain, seperti internet yang membuat fungsi telepon lebih dari penyambung suara, tapi penyambung individu dengan sifat real-time update dan transparansi nya.

Melanjutkan diskusi di atas, bagaimana dengan “mimpi-mimpi” Docomo?

Docomo merupakan perusahaan Jepang yang besar di communication operator area. Docomo memiliki mimpi-mimpi akan lebih dekatnya kita dengan orang-orang di dunia ini secara ekstrim:

Saya takjub menontonnya. Docomo memiliki keberanian bermimpi. Dia juga berani akan target realisasi dari penciptaan produk-produk tersebut secara massal pada tahun 2020. Hebat. Walau sekarang sudah di tahun 2011, saya tetap yakin kemungkinan mimpi Docomo akan terwujud. Keyakinan saya sebagai seorang individu bisa menjadi pupuk yang menyuburkan Docomo dalam proses realisasi mimpinya. Sikap optimis akan mimpi, terutama hal-hal yang sangat menambah nilai guna dan manfaat akan meningkatkan segala probabilitas!

Mimpi merangsang kita untuk open thinking. Saat kita yakin mimpi itu bisa dicapai, saat itu juga kita melaksanakan open thinking. Sangat sangat menakjubkan.

Dream high! High! High! and Higher!


thinking of design!

hello hello I’m back!

Setengah semester telah berlalu, tapi saya tetap setia menulis blog ini (walau memang ada tuntutan dari pihak ketiga a.k.a. dosen dan tutor, hahahaaa). Tapi ada yang menarik dengan kelas minggu ini yang membuat saya menulis topik ini……

Guest Lecture Class!!

Benar sekali, dosen tamu kelas Creativity + Innovation kemarin adalah Adi Panuntun, the person who has magnificent brain works yang merupakan creator dari Kota Tua video mapping, produser dari film CIN(T)A sebagai hasil dari 9 matahari production. Canggih, canggih, canggih. Salute, kak Adi!

Okay. Kak Adi ini kemarin sharing tentang Design Thinking. Apa itu? Ternyata istilah ini memiliki makna yang sangat dalam, design thinking digunakan dengan menggunakan kreativitas kita sehingga kita bisa menciptakan sesuatu – ability to create. Benar sekali jika dikatakan setiap individual memiliki esensi kreativitas dalam diri masing-masing. Tapi kita harus mengasah design thinking dengan being blunt – mengutarakan apa yang kita pikirkan, melontarkan pendapat, ide, masukan, kreasi, opini dan lainnya. Jangan takut salah, jangan malu, jangan mikir susah-susah, jangan merasa di”kurung” atau dibatasi. Just say it. Just express it. Just release it.

Kak Adi Panuntun memberikan contoh kasus yang sudah sering kita dengar: The Rise of Teh Botol Sosro dan Purify Water Aqua.

Mari kita ulas kisahnya. Penemuan teh dalam kemasan botol oleh Alm. Pak Sosrodjojo dahulu di daerah Slawi dan Tegal, Jawa Tengah. Puluhan tahun yang lalu, Pak Sosro telah menggunakan design thinking. Dia berani mengungkapkan ide nya untuk membuat teh dalam kemasan – sesuatu yang diluar kebiasaan minum teh pada umumnya (dengan diseduh). Pak Sosro menerima banyak sekali cemooh, hinaan dan ejekan atas idenya tersebut. Tapi lihat sekarang. Pak Sosro melihat jauh ke depan, design thinking membuat ia mem-package hasil produk ide nya sedemikian rupa sehingga menghasilkan added value yang lebih dan amat bermanfaat. Hidup Teh Botol Sosro.

Air minum Aqua yang diprakarsai oleh Pak Tirto  Utomo juga menghadapi masalah awal yang sama: cemooh, hinaan dan ejekan. Tapi Pak Tirto telah berjasa menambah nilai guna pada air mineral dalam kemasan. Pak Tirto dan Pak Sosro berhasil breaking the rule - rule yang secara transparan mengelilingi kita sehingga self-perception dan self-limit terbangun. Design thinking yang mereka miliki amat berhasil membuahan suatu Mahakarya. Hebat!

Bagaimana sih proses dari Design Thinking itu sebenarnya?

Observe –> Synthesize –> Brainstorm –> Vote –> Prototype –> Story tell

Observe. Bagian pertama dari design thinking process ini merupakan fondasi awal dari seluruhnya. Observe berarti menganalisa sekitar. Lihat dan berinteraksilah dengan orang-orang sekitar. Kita mengidentifikasi hal-hal dari future user tidak hanya dari luarnya atau wajarnya saja. Think deep and emotion of them!

Synthesize. Mengamati apa yang menjadi problem, need atau opportunity. Pasti sebetulnya banyak hal yang mungkin jadi “solusi” dari kebutuhan-kebutuhan yang tidak kita sadari itu perlu – disebut Unstated needs. Hal ini merupakan lanjutan dari deep thinking dari observasi terhadap user di atas.

Brainstorm. Ini merupakan proses yang butuh ketabahan dan kesabaran tinggi. Mengapaaa? Soalnya disini kita mengungkapkan ide-ide dan pemikiran kita. Dimana out of the box, out of the boundaries thinking diharuskan. Disini kita bakal melontarkan maksud kita yang diharapkan bisa menjadi solusi baru dari unstated needs.

Vote. Tidak mungkin hanya 1 individu yang memiliki ide-ide kreatif. Dari puluhan, ratusan, atau lebih orang yang mempunyai ide, hanya satu yang akan dipilih. Vote step bisa dibilang seperti tahap seleksi. Seleksi tidak hanya menimbang bagus tidaknya, menarik tidaknya suatu ide. Tapi juga hubungan antara manfaat-ketertarikan user-economical viability- dan teknologi atau nilai guna yang diberikan.

Prototype. Bisa dibilang ini merupakan tahap test-market. Disini kita mencoba membuat “prototype” atau dummy dan menilai market acceptance dari produk hasil ide tersebut. Respons dari market akan dievaluasi guna memaksimalkan produk final nanti.

Story tell. Tahap terakhir dalam proses design thinking ini merupakan upaya “menceritakan” outcome kita.Biasanya cerita berupa fiction atau behind the scene yang menjadi historical background. Guna storytelling adalah meningkatkan attractiveness dan desirability user pada produk kita.

Itulah mengenai Design Thinking. Semua kalangan dapat menggunakan proses ini untuk menambah nilai guna – semata berawal dari kreativitas dan berakhir pada manfaat yang tiada tara!

Selanjutnya, saya harus menerapkan Design Thinking dalam persepsi menghubungkan Buah Apel dan Board Marker.

Bagaimana menghubungkan dua hal ini?

Design Thinking rules! Saya akan memberi brand “Apple” pada produk board marker saya. Esensinya akan saya jelaskan pada storytelling step. Disini akan dijabarkan koneksi yang ada dalam kedua hal amat berbeda. Kreativitas dan analisis mendalam akan mengaitkan keduanya.

Persepsi yang ada dari board marker adalah papan tulis. Papan tulis identik dengan proses belajar mengajar dikelas. Disini saya menceritakan kebiasaan belajar mengajar yang ada di Barat, dimana anak-anaknya memberikan buah apel kepada gurunya. Buah apel merupakan apresiasi yang diberikan murid kelas pada guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa dalam dunia pendidikan. Buah apel – identik dengan warna merahnya – merupakan simbol universal terhadap teacher dan teaching. Buah apel pernah disebut sebagai the fruit of the tree of the knowledge. WOW! Proses belajar mengajar yang guru berikan tidak lepas dari papan tulis dan board marker. Disinilah design thinking yang mengaitkan keduanya. Board marker memiliki jasa “penyambung” knowledge yang ada di guru untuk muridnya.

Hebat bukan design thinking itu?

Terakhir saya ingin membandingkan respons dari 2 kelompok berbeda mengenai suatu issue future retail marketplace. Kelompok pertama adalah Traditional Business Strategy. Kedua adalah Innovation and Design Class.

1. Traditional Business Strategy. Research terhadap trends. Membaca report-report analitis. Melakukan interview pada industry expert. Asumsinya berbasis rationality, objectivity, reality fixed dan quantifiable. Metodenya membuktikan 1 best answer dari analisis. Proses yang dilakukan berbasis “planning”. Yang mengendalikan keputusan akhir adalah logika dan numeric models. Value yang dipercaya adalah pursuit of control dan tidak nyaman dengan ketidakpastian. Level fokusnya jelas: abstrak atau khusus.

2. Innovation + Design Class. Selain tidak terlalu mendalami performance trend research dan analisis report, asumsi mereka berbasis pada subjective experience dan reality, socially constructed. Metodenya adalah experimentation ke arah better answer. Proses yang dilakukan berbasis “doing”. Yang mengendalikan keputusan akhir merupakan emotional dan experiental models. Value yang diyakini merupakan pursuit of novelty dan tidak menyukai sesuatu yang pasti / status quo. Level fokusnya merupakan pergerakan antara abstrak dan partikular.

Sekian dan sampai jumpa! Salam kreatif!


innovative company: google!

hello hello!

Kembali lagi di wadah pemikiran kreatif ini. Dalam rangka menjelang Ujian Tengah Semester, saya akan mengerahkan jiwa dan tenaga untuk membuat tulisan ini. Mulai!

Pernah dalam tulisan saya sebelumnya saya sebut bahwa GOOGLE adalah salah satu wujud inovasi terbaik yang pernah ada di dalam hidup ini. Tidak berlebihan, tidak terlalu mengelu-elukan. Memang eksistensi GOOGLE sehebat itu di mata saya, dan saya yakin juga bagi seluruh umat manusia di bumi ini. Siapa yang bisa bilang GOOGLE tidak berguna???

Okay, mari kita ulas GOOGLE dalam bentuk company nya. Dibentuk pada tahun 1998, lulusan Stanford University Larry Page dan Sergey Brin memformalkan hasil karya mereka dari berawal 2 komputer sederhana yang ada di kamar dorm mereka menjadi sebuah salah satu company terbesar di jagad raya.

GOOGLE TECHNOLOGY INNOVATION

Perusahaan ini memang berbasis teknologi. Jadi semua hal yang berkaitan dengan GOOGLE, berbaringan dengan inovasi teknologi yang sebelumnya tidak ada yang memiliki kesempurnaan yang sama dengan GOOGLE, dan sampai sekarang belum ada yang menyaingi kesempurnaannya: termasuk Yahoo.

Perfect search engine. Mengenal kata GOOGLE pasti menyoroti search engine yang menjadi inovasi teknologi tercanggihnya.

“Before you even enter your query in the search box, Google is continuously traversing the web in real time with software programs called crawlers, or “Googlebots”. A crawler visits a page, copies the content and follows the links from that page to the pages linked to it, repeating this process over and over until it has crawled billions of pages on the web.

Next Google processes these pages and creates an index, much like the index in the back of a book. If you think of the web as a massive book, then Google‘s index is a list of all the words on those pages and where they‘re located, as well as information about the links from those pages, and so on. The index is parceled into manageable sections and stored across a large network of computers around the world.”

– Google

Jadi, sebelum kita mengetik kata kunci yang ingin dicari, GOOGLE telah memancarkan suatu bentuk sistem global yang membuat index seperti ada di buku. Jadi kata kunci yang kita ketik akan dibandingkan dengan seluruh index yang telah didapatkan oleh GOOGLE. Teknologi yang dibawakan GOOGLE membuat hasil pencarian muncul dalam sepersekian detik saja. Instant search ini berlandaskan teknologi yang tiap harinya disempurnakan agar lebih memuaskan para penggunanya, seperti:

  1. JavaScript Optimization.
  2. Better Caching
  3. User-State Data
  4. JSON (JavaScript Object Notation), instead of XML

Para engineer di GOOGLE corporation memang sangat pintar dalam membentuk sistem teknologi ini. Tapi jangan salah, orang yang membuat perumusan dan pengembangan ide nya lah yang lebih patut dibanggakan!

GOOGLE PROCESS INNOVATION

GOOGLE membuat hal-hal lebih efektif, efisien namun tetap memiliki manfaat yang tinggi. Ini terjadi karena GOOGLE menghasilkan inovasi proses yang sempurna (dan terus disempurnakan). Apa saja kah itu?

  • Speed. Kecepatan merupakan inovasi proses terbesar GOOGLE. Pencarian di search engine memiliki rata-rata respons 1/4 detik saja. GOOGLE memahami bahwa para pengguna search engine memprioritaskan kecepatan. Maka GOOGLE tidak akan menambah fitur-fitur baru yang akan melemahkan speed nya. GOOGLE malah menambah fitur baru yang membuat proses searching lebih cepat lagi. Smart coding menjadi dasar kecepatan pencariannya. Real-time processing membuat definisi “dunia ini transparan” lebih jelas lagi. Pengguna GOOGLE search pasti menjawab inovasi proses yang diberikan GOOGLE amat menyingkat waktu dan memberikan kepuasan lebih karena kecepatan ini.
  • Freshness. Melanjutkan pembahasan tentang Real-time Search, GOOGLE terus meng-update sumber-sumber yang akan menjadi tujuan searching kita. Jika dahulu GOOGLEBOTS meng-update dalam kurun waktu 3-4 bulan sekali, sekarang GOOGLE meng-update terus dalam hitungan detik. GOOGLE ingin kita mendapatkan berita, blog, dan status updates terbaru sesegera mungkin setelah mereka meng-update nya.
  • Comprehensiveness. Karena GOOGLE memiliki juta jutaan index, sangat bisa dikatakan bahwa inovasi proses dari GOOGLE menghasilkan relevansi dan komprenhesifan yang sangat tinggi. Tidak hanya web, tapi juga gambar, video, berita, buku, map, dan banyak hal lain

GOOGLE PRODUCT INNOVATION

 

Kalian belum mengenal GOOGLE jika hanya tahu GOOGLEsearch nya saja. Produk yang ditawarkan GOOGLE sangat lebih dari itu. GOOGLE memiliki webmail dalam bentuk GMAIL, dimana GOOGLE meng-highlight kecepatan dan sedikitnya spam yang mungkin masuk. Ada juga GOOGLE CHROME yang merupakan browser dengan karakteristik speed, stability dan security. Ada pula ANDROID yang merupakan operating system untuk telepon seluler subsidiary dari GOOGLE. GOOGLE EARTH merupakan program globe virtual sedangkan GOOGLE MAP lebih ke bentuk peta jalanan virtual. GOOGLEDOCS menjadi sarana sebuah grup untuk sharing dokumen agar dapat diakses oleh seluruh member. Dalam hal instant messaging, ada pula GOOGLE TALK yang mengangkat isu komunikasi dan messenger. GOOGLE ANALYTICS menginformasikan cara pengunjung menemukan dan berinteraksi dalam suatu situs. GOOGLE FINANCE menjadi media untuk mendapatkan real-time financial news, stock charts, currency conversion dan lain-lain.

Puluhan lebih produk yang GOOGLE tawarkan pada kita. Seluruhnya memiliki manfaat spesifik. Bravo Google!

GOOGLE BUSINESS MODEL INNOVATION

GOOGLE memiliki user-interface yang simpel, jelas dan minimalis.Tidak macam-macam, hanya logo GOOGLE dan sebuah search box – mudah dan cepat untuk di load. GOOGLE memiliki nilai plus plus plus Dibandingkan Yahoo dan search engine lainnya yang lebih seperti portal general, menimbulkan kebingungan, banyak advertisement dan useless links, sehingga lambat buat di load.

GOOGLE memiliki pengertian yang amat mendalam di psikologi persepsi, bagaimana mata dan otak bekerja, sedangkan kompetitor lainnya tidak. Intinya, ketika seorang pengguna mengunjungi sebuah search engine, dia akan mendapatkan simply apa yang dia mau. hanya search engine.

Itulah business model yang GOOGLE tawarkan, SESIMPEL ITU LOH!!! Tapi jangan anggap remeh, dalam sehari, dan di USA saja, ada 200 juta search queries yang ditujukan pada GOOGLE. Itu baru di USA. Bagaimana ditambah satu benua? satu dunia? dalam seminggu? sebulan? dan satu tahun?????????

in conclusion…

Hal yang paling saya kagumi dari Google Corporation adalah ide dan bentuk dari inovasi mereka sangat simpel, sangat logis, dan banyak yang menganggap remeh. Tapi pengaruh, manfaat dan kontribusi yang GOOGLE berikan ke seluruh dunia sangatlah besar. GOOGLE berhasil membuat suatu frase “just GOOGLE it”. Tidak hanya sebagai suatu brand atau company, tapi sebagai suatu “kata”, “istilah” yang ada di kehidupan sehari-hari. Sungguh fantastik. BRAVOOOO!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.