a dream is a wish your heart makes

A dream is a wish your heart makes

When you’re fast asleep

In dreams, you lose your heartaches

Whatever you wish for, you keep

Have faith in your dreams and someday

Your rainbow will come smiling thru

No matter how your heart is grieving

If you keep on believeng

The dream that you wish will come true

– Cinderella, Disney

Hello lagi!

Itu adalah lirik pembuka dari posting blog kali ini. Mengapa? Karena sekarang saya mau membahas tentang IMPIAN. Impian, mimpi, imajinasi, bayangan, perkiraan, atau hal-hal yang sifatnya spekulatif atau belum pasti, memiliki kekuatan tersendiri dalam pembentukan masa depan nanti. Bagaimana bisaaaa? That’s the power of dreams!!

Siapa bilang mimpi itu mustahil? Siapa bilang mimpi itu tidak rasional? Siapa bilang mimpi itu hanya angan-angan belaka?

Kalian pessimistic, saudara-saudara sekalian. Mimpi itu harus dibawa terbang jauh. Mimpi itu bentuk kreativitas kita yang (kadang) dibawah sadar. Mimpi bisa membuat dunia terpukau, apabila terealisasikan.

Saya salut dengan seluruh inventor di muka bumi ini, tanpa terkecuali. Siapa kira seorang Alexander Graham Bell bisa menjadi legendaris karena penemuan telepon nya? Dia berhasil “menyambungkan” dan “menghubungkan” si A dengan si B melalui mimpinya dulu. Mimpi Bell tidak hanya sekedar penemuan yang terealisasikan, tapi menjadi penemuan spektakuler!! Kini, semuanya semakin berkembang. Tidak hanya suara saja yang dihubungkan, tapi bisa bentuk lain, seperti internet yang membuat fungsi telepon lebih dari penyambung suara, tapi penyambung individu dengan sifat real-time update dan transparansi nya.

Melanjutkan diskusi di atas, bagaimana dengan “mimpi-mimpi” Docomo?

Docomo merupakan perusahaan Jepang yang besar di communication operator area. Docomo memiliki mimpi-mimpi akan lebih dekatnya kita dengan orang-orang di dunia ini secara ekstrim:

Saya takjub menontonnya. Docomo memiliki keberanian bermimpi. Dia juga berani akan target realisasi dari penciptaan produk-produk tersebut secara massal pada tahun 2020. Hebat. Walau sekarang sudah di tahun 2011, saya tetap yakin kemungkinan mimpi Docomo akan terwujud. Keyakinan saya sebagai seorang individu bisa menjadi pupuk yang menyuburkan Docomo dalam proses realisasi mimpinya. Sikap optimis akan mimpi, terutama hal-hal yang sangat menambah nilai guna dan manfaat akan meningkatkan segala probabilitas!

Mimpi merangsang kita untuk open thinking. Saat kita yakin mimpi itu bisa dicapai, saat itu juga kita melaksanakan open thinking. Sangat sangat menakjubkan.

Dream high! High! High! and Higher!


thinking of design!

hello hello I’m back!

Setengah semester telah berlalu, tapi saya tetap setia menulis blog ini (walau memang ada tuntutan dari pihak ketiga a.k.a. dosen dan tutor, hahahaaa). Tapi ada yang menarik dengan kelas minggu ini yang membuat saya menulis topik ini……

Guest Lecture Class!!

Benar sekali, dosen tamu kelas Creativity + Innovation kemarin adalah Adi Panuntun, the person who has magnificent brain works yang merupakan creator dari Kota Tua video mapping, produser dari film CIN(T)A sebagai hasil dari 9 matahari production. Canggih, canggih, canggih. Salute, kak Adi!

Okay. Kak Adi ini kemarin sharing tentang Design Thinking. Apa itu? Ternyata istilah ini memiliki makna yang sangat dalam, design thinking digunakan dengan menggunakan kreativitas kita sehingga kita bisa menciptakan sesuatu – ability to create. Benar sekali jika dikatakan setiap individual memiliki esensi kreativitas dalam diri masing-masing. Tapi kita harus mengasah design thinking dengan being blunt – mengutarakan apa yang kita pikirkan, melontarkan pendapat, ide, masukan, kreasi, opini dan lainnya. Jangan takut salah, jangan malu, jangan mikir susah-susah, jangan merasa di”kurung” atau dibatasi. Just say it. Just express it. Just release it.

Kak Adi Panuntun memberikan contoh kasus yang sudah sering kita dengar: The Rise of Teh Botol Sosro dan Purify Water Aqua.

Mari kita ulas kisahnya. Penemuan teh dalam kemasan botol oleh Alm. Pak Sosrodjojo dahulu di daerah Slawi dan Tegal, Jawa Tengah. Puluhan tahun yang lalu, Pak Sosro telah menggunakan design thinking. Dia berani mengungkapkan ide nya untuk membuat teh dalam kemasan – sesuatu yang diluar kebiasaan minum teh pada umumnya (dengan diseduh). Pak Sosro menerima banyak sekali cemooh, hinaan dan ejekan atas idenya tersebut. Tapi lihat sekarang. Pak Sosro melihat jauh ke depan, design thinking membuat ia mem-package hasil produk ide nya sedemikian rupa sehingga menghasilkan added value yang lebih dan amat bermanfaat. Hidup Teh Botol Sosro.

Air minum Aqua yang diprakarsai oleh Pak Tirto  Utomo juga menghadapi masalah awal yang sama: cemooh, hinaan dan ejekan. Tapi Pak Tirto telah berjasa menambah nilai guna pada air mineral dalam kemasan. Pak Tirto dan Pak Sosro berhasil breaking the rule – rule yang secara transparan mengelilingi kita sehingga self-perception dan self-limit terbangun. Design thinking yang mereka miliki amat berhasil membuahan suatu Mahakarya. Hebat!

Bagaimana sih proses dari Design Thinking itu sebenarnya?

Observe –> Synthesize –> Brainstorm –> Vote –> Prototype –> Story tell

Observe. Bagian pertama dari design thinking process ini merupakan fondasi awal dari seluruhnya. Observe berarti menganalisa sekitar. Lihat dan berinteraksilah dengan orang-orang sekitar. Kita mengidentifikasi hal-hal dari future user tidak hanya dari luarnya atau wajarnya saja. Think deep and emotion of them!

Synthesize. Mengamati apa yang menjadi problem, need atau opportunity. Pasti sebetulnya banyak hal yang mungkin jadi “solusi” dari kebutuhan-kebutuhan yang tidak kita sadari itu perlu – disebut Unstated needs. Hal ini merupakan lanjutan dari deep thinking dari observasi terhadap user di atas.

Brainstorm. Ini merupakan proses yang butuh ketabahan dan kesabaran tinggi. Mengapaaa? Soalnya disini kita mengungkapkan ide-ide dan pemikiran kita. Dimana out of the box, out of the boundaries thinking diharuskan. Disini kita bakal melontarkan maksud kita yang diharapkan bisa menjadi solusi baru dari unstated needs.

Vote. Tidak mungkin hanya 1 individu yang memiliki ide-ide kreatif. Dari puluhan, ratusan, atau lebih orang yang mempunyai ide, hanya satu yang akan dipilih. Vote step bisa dibilang seperti tahap seleksi. Seleksi tidak hanya menimbang bagus tidaknya, menarik tidaknya suatu ide. Tapi juga hubungan antara manfaat-ketertarikan user-economical viability- dan teknologi atau nilai guna yang diberikan.

Prototype. Bisa dibilang ini merupakan tahap test-market. Disini kita mencoba membuat “prototype” atau dummy dan menilai market acceptance dari produk hasil ide tersebut. Respons dari market akan dievaluasi guna memaksimalkan produk final nanti.

Story tell. Tahap terakhir dalam proses design thinking ini merupakan upaya “menceritakan” outcome kita.Biasanya cerita berupa fiction atau behind the scene yang menjadi historical background. Guna storytelling adalah meningkatkan attractiveness dan desirability user pada produk kita.

Itulah mengenai Design Thinking. Semua kalangan dapat menggunakan proses ini untuk menambah nilai guna – semata berawal dari kreativitas dan berakhir pada manfaat yang tiada tara!

Selanjutnya, saya harus menerapkan Design Thinking dalam persepsi menghubungkan Buah Apel dan Board Marker.

Bagaimana menghubungkan dua hal ini?

Design Thinking rules! Saya akan memberi brand “Apple” pada produk board marker saya. Esensinya akan saya jelaskan pada storytelling step. Disini akan dijabarkan koneksi yang ada dalam kedua hal amat berbeda. Kreativitas dan analisis mendalam akan mengaitkan keduanya.

Persepsi yang ada dari board marker adalah papan tulis. Papan tulis identik dengan proses belajar mengajar dikelas. Disini saya menceritakan kebiasaan belajar mengajar yang ada di Barat, dimana anak-anaknya memberikan buah apel kepada gurunya. Buah apel merupakan apresiasi yang diberikan murid kelas pada guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa dalam dunia pendidikan. Buah apel – identik dengan warna merahnya – merupakan simbol universal terhadap teacher dan teaching. Buah apel pernah disebut sebagai the fruit of the tree of the knowledge. WOW! Proses belajar mengajar yang guru berikan tidak lepas dari papan tulis dan board marker. Disinilah design thinking yang mengaitkan keduanya. Board marker memiliki jasa “penyambung” knowledge yang ada di guru untuk muridnya.

Hebat bukan design thinking itu?

Terakhir saya ingin membandingkan respons dari 2 kelompok berbeda mengenai suatu issue future retail marketplace. Kelompok pertama adalah Traditional Business Strategy. Kedua adalah Innovation and Design Class.

1. Traditional Business Strategy. Research terhadap trends. Membaca report-report analitis. Melakukan interview pada industry expert. Asumsinya berbasis rationality, objectivity, reality fixed dan quantifiable. Metodenya membuktikan 1 best answer dari analisis. Proses yang dilakukan berbasis “planning”. Yang mengendalikan keputusan akhir adalah logika dan numeric models. Value yang dipercaya adalah pursuit of control dan tidak nyaman dengan ketidakpastian. Level fokusnya jelas: abstrak atau khusus.

2. Innovation + Design Class. Selain tidak terlalu mendalami performance trend research dan analisis report, asumsi mereka berbasis pada subjective experience dan reality, socially constructed. Metodenya adalah experimentation ke arah better answer. Proses yang dilakukan berbasis “doing”. Yang mengendalikan keputusan akhir merupakan emotional dan experiental models. Value yang diyakini merupakan pursuit of novelty dan tidak menyukai sesuatu yang pasti / status quo. Level fokusnya merupakan pergerakan antara abstrak dan partikular.

Sekian dan sampai jumpa! Salam kreatif!


innovative company: google!

hello hello!

Kembali lagi di wadah pemikiran kreatif ini. Dalam rangka menjelang Ujian Tengah Semester, saya akan mengerahkan jiwa dan tenaga untuk membuat tulisan ini. Mulai!

Pernah dalam tulisan saya sebelumnya saya sebut bahwa GOOGLE adalah salah satu wujud inovasi terbaik yang pernah ada di dalam hidup ini. Tidak berlebihan, tidak terlalu mengelu-elukan. Memang eksistensi GOOGLE sehebat itu di mata saya, dan saya yakin juga bagi seluruh umat manusia di bumi ini. Siapa yang bisa bilang GOOGLE tidak berguna???

Okay, mari kita ulas GOOGLE dalam bentuk company nya. Dibentuk pada tahun 1998, lulusan Stanford University Larry Page dan Sergey Brin memformalkan hasil karya mereka dari berawal 2 komputer sederhana yang ada di kamar dorm mereka menjadi sebuah salah satu company terbesar di jagad raya.

GOOGLE TECHNOLOGY INNOVATION

Perusahaan ini memang berbasis teknologi. Jadi semua hal yang berkaitan dengan GOOGLE, berbaringan dengan inovasi teknologi yang sebelumnya tidak ada yang memiliki kesempurnaan yang sama dengan GOOGLE, dan sampai sekarang belum ada yang menyaingi kesempurnaannya: termasuk Yahoo.

Perfect search engine. Mengenal kata GOOGLE pasti menyoroti search engine yang menjadi inovasi teknologi tercanggihnya.

“Before you even enter your query in the search box, Google is continuously traversing the web in real time with software programs called crawlers, or “Googlebots”. A crawler visits a page, copies the content and follows the links from that page to the pages linked to it, repeating this process over and over until it has crawled billions of pages on the web.

Next Google processes these pages and creates an index, much like the index in the back of a book. If you think of the web as a massive book, then Google‘s index is a list of all the words on those pages and where they‘re located, as well as information about the links from those pages, and so on. The index is parceled into manageable sections and stored across a large network of computers around the world.”

— Google

Jadi, sebelum kita mengetik kata kunci yang ingin dicari, GOOGLE telah memancarkan suatu bentuk sistem global yang membuat index seperti ada di buku. Jadi kata kunci yang kita ketik akan dibandingkan dengan seluruh index yang telah didapatkan oleh GOOGLE. Teknologi yang dibawakan GOOGLE membuat hasil pencarian muncul dalam sepersekian detik saja. Instant search ini berlandaskan teknologi yang tiap harinya disempurnakan agar lebih memuaskan para penggunanya, seperti:

  1. JavaScript Optimization.
  2. Better Caching
  3. User-State Data
  4. JSON (JavaScript Object Notation), instead of XML

Para engineer di GOOGLE corporation memang sangat pintar dalam membentuk sistem teknologi ini. Tapi jangan salah, orang yang membuat perumusan dan pengembangan ide nya lah yang lebih patut dibanggakan!

GOOGLE PROCESS INNOVATION

GOOGLE membuat hal-hal lebih efektif, efisien namun tetap memiliki manfaat yang tinggi. Ini terjadi karena GOOGLE menghasilkan inovasi proses yang sempurna (dan terus disempurnakan). Apa saja kah itu?

  • Speed. Kecepatan merupakan inovasi proses terbesar GOOGLE. Pencarian di search engine memiliki rata-rata respons 1/4 detik saja. GOOGLE memahami bahwa para pengguna search engine memprioritaskan kecepatan. Maka GOOGLE tidak akan menambah fitur-fitur baru yang akan melemahkan speed nya. GOOGLE malah menambah fitur baru yang membuat proses searching lebih cepat lagi. Smart coding menjadi dasar kecepatan pencariannya. Real-time processing membuat definisi “dunia ini transparan” lebih jelas lagi. Pengguna GOOGLE search pasti menjawab inovasi proses yang diberikan GOOGLE amat menyingkat waktu dan memberikan kepuasan lebih karena kecepatan ini.
  • Freshness. Melanjutkan pembahasan tentang Real-time Search, GOOGLE terus meng-update sumber-sumber yang akan menjadi tujuan searching kita. Jika dahulu GOOGLEBOTS meng-update dalam kurun waktu 3-4 bulan sekali, sekarang GOOGLE meng-update terus dalam hitungan detik. GOOGLE ingin kita mendapatkan berita, blog, dan status updates terbaru sesegera mungkin setelah mereka meng-update nya.
  • Comprehensiveness. Karena GOOGLE memiliki juta jutaan index, sangat bisa dikatakan bahwa inovasi proses dari GOOGLE menghasilkan relevansi dan komprenhesifan yang sangat tinggi. Tidak hanya web, tapi juga gambar, video, berita, buku, map, dan banyak hal lain

GOOGLE PRODUCT INNOVATION

 

Kalian belum mengenal GOOGLE jika hanya tahu GOOGLEsearch nya saja. Produk yang ditawarkan GOOGLE sangat lebih dari itu. GOOGLE memiliki webmail dalam bentuk GMAIL, dimana GOOGLE meng-highlight kecepatan dan sedikitnya spam yang mungkin masuk. Ada juga GOOGLE CHROME yang merupakan browser dengan karakteristik speed, stability dan security. Ada pula ANDROID yang merupakan operating system untuk telepon seluler subsidiary dari GOOGLE. GOOGLE EARTH merupakan program globe virtual sedangkan GOOGLE MAP lebih ke bentuk peta jalanan virtual. GOOGLEDOCS menjadi sarana sebuah grup untuk sharing dokumen agar dapat diakses oleh seluruh member. Dalam hal instant messaging, ada pula GOOGLE TALK yang mengangkat isu komunikasi dan messenger. GOOGLE ANALYTICS menginformasikan cara pengunjung menemukan dan berinteraksi dalam suatu situs. GOOGLE FINANCE menjadi media untuk mendapatkan real-time financial news, stock charts, currency conversion dan lain-lain.

Puluhan lebih produk yang GOOGLE tawarkan pada kita. Seluruhnya memiliki manfaat spesifik. Bravo Google!

GOOGLE BUSINESS MODEL INNOVATION

GOOGLE memiliki user-interface yang simpel, jelas dan minimalis.Tidak macam-macam, hanya logo GOOGLE dan sebuah search box – mudah dan cepat untuk di load. GOOGLE memiliki nilai plus plus plus Dibandingkan Yahoo dan search engine lainnya yang lebih seperti portal general, menimbulkan kebingungan, banyak advertisement dan useless links, sehingga lambat buat di load.

GOOGLE memiliki pengertian yang amat mendalam di psikologi persepsi, bagaimana mata dan otak bekerja, sedangkan kompetitor lainnya tidak. Intinya, ketika seorang pengguna mengunjungi sebuah search engine, dia akan mendapatkan simply apa yang dia mau. hanya search engine.

Itulah business model yang GOOGLE tawarkan, SESIMPEL ITU LOH!!! Tapi jangan anggap remeh, dalam sehari, dan di USA saja, ada 200 juta search queries yang ditujukan pada GOOGLE. Itu baru di USA. Bagaimana ditambah satu benua? satu dunia? dalam seminggu? sebulan? dan satu tahun?????????

in conclusion…

Hal yang paling saya kagumi dari Google Corporation adalah ide dan bentuk dari inovasi mereka sangat simpel, sangat logis, dan banyak yang menganggap remeh. Tapi pengaruh, manfaat dan kontribusi yang GOOGLE berikan ke seluruh dunia sangatlah besar. GOOGLE berhasil membuat suatu frase “just GOOGLE it”. Tidak hanya sebagai suatu brand atau company, tapi sebagai suatu “kata”, “istilah” yang ada di kehidupan sehari-hari. Sungguh fantastik. BRAVOOOO!!!