bertugas di internet

Hello, saya kembali lagi!

Kali ini pembicaraannya lebih santai, mengenai bertugas di internet. Bukan berarti bertugas¬†seperti hansip, no, no, no. Bertugas ini maksudnya menulis tugas, homework, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan akademik kuliah saya dan menghubungkannya dengan media Internet. Intinya, menulis di Internet! Seperti yang saya lakukan sekarang ūüôā

Dulu, bagi saya menulis itu bukan aktivitas yang preferable. Saya lebih memilih membaca bertumpuk-tumpuk buku dibanding menulis. Padahal, saya belum pernah mencoba untuk benar-benar menulis. Ckckckck, memang, berat di mulut saja. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan semakin tinggi pendidikan, menulis itu bukan kegiatan free time. Menulis merupakan demand akademik!

Well, I’m not saying that sekarang ini saya menulis buat pelajaran Creativity + Innovation dengan terpaksa, tidak tidak, bukan seperti itu. Tapi, awal mula blog ini terbangun karena ada demand¬†dari Pak Agus Nggermanto untuk berkarya kreatif di wordpress, begitu juga dengan tugas-tugas mata kuliah lain yang menuntut tulisan (walaupun bukan di blog, sih). Mata kuliah Creativity + Innovation memiliki cara kerja tugas yang paling unik, menurut saya. Tiap mahasiswa, secara individu dan dalam bentuk kelompok, harus berkarya dalam blog. Ini merupakan blog individu saya, yang saya sebut blog: the mind bin. Disebut mind bin¬†karena blog ini menjadi luapan pikiran dan ide saya, saya tumpahkan ke bin¬†ini.

 

Kesan pertama dalam menulis adalah..

what should i write?

what if i write it wrong?

what if people will not like it?

Yaaaa, benar sekali. Kegundahan diatas memang sempat terlintas di kepala saya sebelum memulai menulis. Tetapi, setelah judul tertulis dan kata pertama dimulai, SUBHANALLAH! LANCAR SEKALI INI JARIJARI! Luar biasa, saudara-saudara sekalian. Menulis menjadi hal yang meluap-luap dan membuat saya bersemangat mengetik lebih banyak lagi. Cool! (antara memuji keajaiban ini dan memuji diri sendiri).

Kegundahan saya tentang what if i write it wrong¬†tidak lagi saya pikirkan. Bahasa jawanya sih, “wong ini tulisanku, sek karepku dewe mau gimana, kamu mau apa?!” hahahaa. Bukannya jadi sewot, tetapi tidak ada kata salah dalam menulis seperti ini di blog. Salah atau benar hanya ada di pelajaran eksakta, salah atau benar hanya ada di nilai, norma dan moral, itu pun juga masih bisa bergeser. Tapi kalau berkarya di blog, there is no wrong about it.

Kegundahan saya tentang what if people will not like it¬†juga tidak muncul lagi. People have their own perspectives, don’t blame them for any dislikes. Hei, tetapi tunggu dulu. Komentar yang ada di blog saya bagus-bagus kok! Hahaha, thank you yaa para komentator. Kalian meng-encourage saya untuk berkarya dalam kata-kata lebih jauh lagi! Big thanks!

Mengetik sebuah tulisan di Internet saya akui sangat menyenangkan. Pengakuan ini saya tulis tanpa dusta, tanpa paksaan. Pertama, secara teknis, kita mengetik, bukan menulis dengan pulpen, memudahkan saya untuk mengalir begitu saja tanpa lelah. Kedua, menghadap laptop dan free thinking menstimulasi saya untuk super free writing!

Kuliah Creativity + Innovation lebih dari sekedar menaruh kata-kata di wordpress.com. Saya tidak setuju kalau dikatakan bahwa tugas-tugas blog mata kuliah ini basabasi belaka. Hey! Saya sedang tidak berbasa-basi, boss! Saya dan teman-teman yang lain mengekspresikan diri, sambil bertambah ilmu. Ilmu dari mana? Selagi kita menulis, banyak informasi yang kita dapat, baik itu muncul sendirinya dari alam bawah sadar, dari searching google, dari blog orang lain, dan masih banyak sumber. Terlebih kalau topiknya berkaitan dengan business + management. Ada manfaat dibalik manfaat!

Jadi, apa yang sebenarnya menjadi hasil positif dari bertugas di Internet?

  • Open the mind, free up the fingers. Berhadapan dengan si Internet membuat pikiran lebih terbuka. Karena banyak yang bisa kita “selami”, kita jadi terstimulasi untuk menghasilkan mahakarya. Jarijari ini akan terpacu untuk berkreasi di atas keyboard. Really, i don’t do hyperbole!
  • It connects knowledge and information. Secara Internet membuat dunia menjadi transparan, hasil karya yang kita buat bisa dinikmati dan menjadi pengetahuan bagi orang lain. Vice versa! Kita juga mendapat banyak ilmu dari hasil karya orang lain kan? Simbiosis mutualisme terjalin
  • Fun method of homework. Siapa yang lebih memilih mengerjakan rumus di buku tulis dibanding berkarya kreatif di blog? Orang aneh, hahahaaha. Tetapi saya dan segenap kru mahasiswa Creativity + Innovation PASTI mengakui homework blogging ini cara yang amatttttttt menyenangkan, walaupun judulnya PR.
Thank you CI, thank you pak agusngger, thank you kak bayu. Thank you mengenalkan saya ke dunia ini!
Advertisements

The Corp Business Model

Hello creative people!

Topik kali ini adalah Business Model yang saya dan 2 orang teman saya rencanakan. Ini merupakan hasil produksi dari creative ideas dan inovasi pemikiran kami bertiga. Seperti apakah itu? Simak penjelasan di bawah ini.

Pertama-tama, dari 3 pilihan business model yang boleh dikembangkan, kami memilih:

SOCIAL NETWORK

Berbicara social  network pasti yang terlintas di benak adalah Facebook, Friendster, dan teman-temannya. Tapi kami akan lebih spesifik target marketnya yaitu:

THE CORP – THE SOCIAL NETWORK FOR CORRUPTORS

Hello? Corruptors? Terlihat sangat negatif kah? Tenang, tenang. Disini kami hanya mengungkapkan masterpiece business model idea, jadi mari kita lihat business model ini dari sudut pandang yang berbeda: sisi kreatif nya.

Alamat situs: http://www.corp.com

Social network ini sengaja memiliki nama situs yang tidak ter-notice. “Corp” lebih dimaknakan sebagai corporation atau perusahaan. Padahal makna sesungguhnya dari “corp” ini adalah corruption ataupun corruptor.

Jadi target market dari social network ini adalah para koruptor Indonesia. Mengapa dirasakan perlu membuat social network untuk mereka? Jadi pada dasarnya koruptor telah membentuk jaringan sendiri. Mereka berhubungan satu sama lain dan berbagi informasi. Social network ini bermaksud untuk menjadi media sarana penghubung agar lebih transparan lagi, sehingga informasi yang diperlukan mudah didapat.

Apa saja yang ditawarkan?

  • Contact Person Info. Contact person menjadi hal yang vital bagi para koruptor. Mengapa? Mereka tidak bisa menembus benteng pertahanan perlindungan dana tanpa mengetahui key person yang harus dihubungi dan didekati. Jadi akan ada list informasi contact person seperti orang bank untuk penyimpanan dana, orang hotel atau restoran untuk mengatur tempat pertemuan, orang properti untuk menyalurkan investasi hasil korupsi, dealer mobil-mobil mewah, dan lain sebagainya.
  • Forum diskusi. Disini akan melibatkan corruption sharing experience, tips and trick, case study (seperti halnya terbongkarnya korupsi Melinda Dee baru-baru ini harus menjadi pelajaran bagi koruptor lainnya), dan bahan diskusi berbasis memakan uang orang lainnya.
  • News Flash. Ini merupakan informasi mengenai segala berita terbaru baik itu keuangan, ekonomi, politik, security, warning dan berita lain. Dari news flash ini para member koruptor bisa mendapatkan info market outlook mengenai opportunity yang sedang terbuka lebar, mendapat warning atas sesuatu yang bisa membahayakan keamanan dan terbongkarnya kekorupsian mereka, dan juga berita tentang kawan-kawan koruptor yang tertangkap agar menjadi waspada.
  • Corruption Network. Ini adalah inti dari social network corp.com. Membuka networking baru sangat penting karena dengan bertemunya orang-orang baru, wawasan akan bertambah dan juga bisa saling bahu-membahu membentuk hasiltangkapan yang bisa lebih besar lagi.
  • Alibi Service.¬†Merupakan servis mahadewa yang ditawarkan untuk membantu para member nya membuat suatu ‘alibi’. Misalnya, alibi waktu dan tempat untuk menyamarkan kegiatan mereka. Atau alibi nama passport dan KTP. Dan segenap pelayanan alibi lainnya.

Bagaimana prosedurnya?

–> SIGN UP

Registrasi mendaftar untuk tergabung dalam social network ini tidak sembarangan. Kalau social network biasa hanya memerlukan email, data nama, umur, dan lain-lain. Tetapi corp.com menuntut lebih dari itu. Dibutuhkan semacam Curriculum Vitae yang lebih berbentuk corruption track record. Bagi mereka yang telah berhasil meraup Rp 1.000.000.000,- (1 Milyar) korupsi selama hidupnya, dipersilakan untuk join dengan social network ini. Biaya registrasi pendaftaran adalah Rp 50.000.000,- (50 juta), melalui transfer ataupun cek.

–> SUBSCRIBE FOR MORE

Informasi adalah data yang dibutuhkan para koruptor. Untuk mendapatkan informasi lebih mengenai contact person, corrupt trend opportunity, tips and trick, member akan diharuskan untuk “memupuk” investasi. Misalnya, untuk mendapatkan informasi kelas lele atau dasar, hanya dibutuhkan Rp 10.000.000,-. Informasi yang lebih besar ruang lingkupnya akan dikenakan biaya tambahan lagi. Dan informasi kelas kakap maha dewa akan lebih menuntut para member untuk “meng-invest” informasi dengan dana lebih tambah lagi.

Begitulah cara social network ini mendapatkan profit. Karena telah mengidentifikasi “need” yang diperlukan para membernya, social network ini mengeksploitasi pemenuhan “need” tersebut dengan cara subscribing.

Sekian dan terima kasih! Ide brilian ini semoga diambil garis positif nya saja yaaaa!