The Corp Business Model

Hello creative people!

Topik kali ini adalah Business Model yang saya dan 2 orang teman saya rencanakan. Ini merupakan hasil produksi dari creative ideas dan inovasi pemikiran kami bertiga. Seperti apakah itu? Simak penjelasan di bawah ini.

Pertama-tama, dari 3 pilihan business model yang boleh dikembangkan, kami memilih:

SOCIAL NETWORK

Berbicara social  network pasti yang terlintas di benak adalah Facebook, Friendster, dan teman-temannya. Tapi kami akan lebih spesifik target marketnya yaitu:

THE CORP – THE SOCIAL NETWORK FOR CORRUPTORS

Hello? Corruptors? Terlihat sangat negatif kah? Tenang, tenang. Disini kami hanya mengungkapkan masterpiece business model idea, jadi mari kita lihat business model ini dari sudut pandang yang berbeda: sisi kreatif nya.

Alamat situs: http://www.corp.com

Social network ini sengaja memiliki nama situs yang tidak ter-notice. “Corp” lebih dimaknakan sebagai corporation atau perusahaan. Padahal makna sesungguhnya dari “corp” ini adalah corruption ataupun corruptor.

Jadi target market dari social network ini adalah para koruptor Indonesia. Mengapa dirasakan perlu membuat social network untuk mereka? Jadi pada dasarnya koruptor telah membentuk jaringan sendiri. Mereka berhubungan satu sama lain dan berbagi informasi. Social network ini bermaksud untuk menjadi media sarana penghubung agar lebih transparan lagi, sehingga informasi yang diperlukan mudah didapat.

Apa saja yang ditawarkan?

  • Contact Person Info. Contact person menjadi hal yang vital bagi para koruptor. Mengapa? Mereka tidak bisa menembus benteng pertahanan perlindungan dana tanpa mengetahui key person yang harus dihubungi dan didekati. Jadi akan ada list informasi contact person seperti orang bank untuk penyimpanan dana, orang hotel atau restoran untuk mengatur tempat pertemuan, orang properti untuk menyalurkan investasi hasil korupsi, dealer mobil-mobil mewah, dan lain sebagainya.
  • Forum diskusi. Disini akan melibatkan corruption sharing experience, tips and trick, case study (seperti halnya terbongkarnya korupsi Melinda Dee baru-baru ini harus menjadi pelajaran bagi koruptor lainnya), dan bahan diskusi berbasis memakan uang orang lainnya.
  • News Flash. Ini merupakan informasi mengenai segala berita terbaru baik itu keuangan, ekonomi, politik, security, warning dan berita lain. Dari news flash ini para member koruptor bisa mendapatkan info market outlook mengenai opportunity yang sedang terbuka lebar, mendapat warning atas sesuatu yang bisa membahayakan keamanan dan terbongkarnya kekorupsian mereka, dan juga berita tentang kawan-kawan koruptor yang tertangkap agar menjadi waspada.
  • Corruption Network. Ini adalah inti dari social network corp.com. Membuka networking baru sangat penting karena dengan bertemunya orang-orang baru, wawasan akan bertambah dan juga bisa saling bahu-membahu membentuk hasiltangkapan yang bisa lebih besar lagi.
  • Alibi Service. Merupakan servis mahadewa yang ditawarkan untuk membantu para member nya membuat suatu ‘alibi’. Misalnya, alibi waktu dan tempat untuk menyamarkan kegiatan mereka. Atau alibi nama passport dan KTP. Dan segenap pelayanan alibi lainnya.

Bagaimana prosedurnya?

–> SIGN UP

Registrasi mendaftar untuk tergabung dalam social network ini tidak sembarangan. Kalau social network biasa hanya memerlukan email, data nama, umur, dan lain-lain. Tetapi corp.com menuntut lebih dari itu. Dibutuhkan semacam Curriculum Vitae yang lebih berbentuk corruption track record. Bagi mereka yang telah berhasil meraup Rp 1.000.000.000,- (1 Milyar) korupsi selama hidupnya, dipersilakan untuk join dengan social network ini. Biaya registrasi pendaftaran adalah Rp 50.000.000,- (50 juta), melalui transfer ataupun cek.

–> SUBSCRIBE FOR MORE

Informasi adalah data yang dibutuhkan para koruptor. Untuk mendapatkan informasi lebih mengenai contact person, corrupt trend opportunity, tips and trick, member akan diharuskan untuk “memupuk” investasi. Misalnya, untuk mendapatkan informasi kelas lele atau dasar, hanya dibutuhkan Rp 10.000.000,-. Informasi yang lebih besar ruang lingkupnya akan dikenakan biaya tambahan lagi. Dan informasi kelas kakap maha dewa akan lebih menuntut para member untuk “meng-invest” informasi dengan dana lebih tambah lagi.

Begitulah cara social network ini mendapatkan profit. Karena telah mengidentifikasi “need” yang diperlukan para membernya, social network ini mengeksploitasi pemenuhan “need” tersebut dengan cara subscribing.

Sekian dan terima kasih! Ide brilian ini semoga diambil garis positif nya saja yaaaa!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s